Mamasa – Dalam upaya memperkuat sinergi dan sinkronisasi pelaksanaan Urusan Penanaman Modal antara pemerintah provinsi dan kabupaten, Perencana Ahli Muda DPMPTSP Provinsi Sulawesi Barat, Helviyanti Pakiding, bersama Tim Kerja Perencanaan Program melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, pada Senin, 26 Mei 2025. Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Mamasa, Drs. H. Sudirman, didampingi Plt. Kepala DPMPTSP Mamasa, Timotius Seaklangi Kaloli, SE, di Kantor Bupati Mamasa.
Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis dalam penguatan peran DPMPTSP dalam mendukung pertumbuhan investasi di daerah, khususnya Kabupaten Mamasa. Salah satu fokus pembahasan adalah langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi Mamasa yang kaya akan sumber daya alam dan pariwisata, seperti sektor agrowisata, menjadi salah satu modal utama yang bisa dikembangkan lebih lanjut untuk menarik investor.

Namun demikian, terdapat beberapa tantangan utama yang saat ini masih menjadi perhatian, antara lain belum adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal sebagai payung hukum untuk mendukung kemudahan berusaha. Selain itu, Mamasa juga masih memerlukan penyusunan dokumen Rencana Umum Penanaman Modal Kabupaten (RUPMK) sebagai arah kebijakan jangka panjang penanaman modal tahun 2025–2045.
Dalam diskusi tersebut, DPMPTSP Provinsi Sulawesi Barat juga mendorong agar Kabupaten Mamasa segera memetakan potensi sektor unggulan berbasis Investment Project Ready to Offer (IPRO), yaitu proyek-proyek investasi siap tawar yang dapat langsung dipromosikan kepada calon investor. Tak kalah penting, penguatan promosi daerah melalui event berskala nasional juga menjadi salah satu strategi yang dibahas, termasuk peluang menjadikan agenda tahunan “Mamasa Mamali” sebagai sarana promosi potensi dan peluang investasi yang dimiliki Mamasa.

Wakil Bupati Mamasa, Drs. H. Sudirman, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai isu dan arahan yang disampaikan. “Mamasa sangat membutuhkan investor untuk bisa berkembang dan bersaing dengan daerah lainnya sehingga dapat meningkatkan PAD. Oleh karena itu, kami akan konsisten untuk membenahi berbagai persoalan dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DPMPTSP Provinsi Sulawesi Barat dalam mendorong kolaborasi lintas wilayah dan penguatan tata kelola investasi daerah agar lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan